Macam Jenis Gula Untuk Membuat Water Kefir

Posted By : Eva Juitasari
Gula Pasir

Macam jenis gula untuk membuat water kefir cukup beragam dan setiap jenis gula akan mempengaruhi rasa water kefir dan kesehatan butir kristal alga. Ketika memilih gula untuk membuat water kefir disarankan untuk selalu memperhatikan pada bungkus kemasan gula tersebut karena beberapa gula mungkin mengandung aditif anti-caking atau bahan lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan bibit kefir air. Carilah gula yang alami atau polos tanpa bahan tambahan untuk mendapatkan hasil terbaik dalam budidaya bibit kefir. Berikut penjelasan mengenai beberapa jenis gula.

Gula pasir putih

Gula pasir putih merupakan yang paling umum dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia dalam sehari-harinya. Gula yang berbentuk seperti pasir kristal dan berwarna putih ini dibuat dan diproses dari tanaman tebu. Penduduk Indonesia khususnya di daerah pulau Jawa tentu secara keseluruhan sudah sangat kenal dengan tanaman tebu ini. Tanaman tebu yang menghasilkan cairan manis dan merupakan jenis tanaman semusim yang dipanen atau ditebang sekali dalan satu tahun.

Dalam proses pembuatan gula pasir putih ini pada umumnya melewati beberapa tahap proses berikut. Tanaman tebu yang telah dipanen dari kebun akan dicacah menggunakan alat pencacah tebu atau cane cutter, lalu cacahan tebu tersebut diperah atau diperas dan akan menghasilkan nira mentah. Nira mentah mengandung gula dan zat-zat lainnya maka harus dilakukan proses pemurnian untuk memisahkan gula dengan zat lainnya tersebut sehingga akan memperoleh nira jernih.

Langkah selanjutnya proses penguapan dimana nira jernih dipanaskan pada vakum dan akan menghasilkan nira kental. Lalu nira kental akan melalui proses pembentukan kristal gula melalui pemasakan, setelah kristal terbentuk kemudian melalui tahap pendinginan dan pemisahan kristal gula dari larutannya dengan cara menggunakan gaya sentrifugal yaitu spin atau diputar dalam wadah tabung yang terdapat saringan sehingga larutan cair akan terpisah keluar dan kristal gula tersaring tertinggal di dalam maka akan menghasilkan butiran kristal atau gula pasir. Kebanyakan orang sering menggunakan gula pasir pada pembuatan water kefir dan akan membuat air kefir terasa manis.

Gula Coklat

Gula cokelat memiliki bentuk dan proses pembuatan yang hampir sama dengan gula pasir putih dan yang membedakan warna gula yaitu berwarna coklat dan proses pembuatannya dibubuhi molase. Molase iru sendiri merupakan hasil sisa dari proses pemurnian pada pembuatan gula. Gula cokelat berupa gula pasir tetapi memiliki molase yang berwarna kecoklatan karena mengandung molase maka gula cokelat mengandung mineral. Selain berwarna cokelat, gula cokelat juga memiliki wangi karamel dan rasanya legit tidak semanis gula pasir putih. Pembuatan water kefir dengan menggunakan gula cokelat akan membuat air kefir mendapatkan tambahan kandungan mineral dan rasa air kefir lebih kuat tetapi kurang manis dibanding gula pasir putih.

Gula Merah atau Gula Aren

Gula merah adalah gula yang berbentuk seperti gumpalan dan berwarna kecoklatan sebagai pemanis yang dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga. Gula merah ini terbuat dari cairan nira yang dikumpulkan bisa dari pohon kelapa atau pohon aren. Cairan nira yang telah dikumpulkan lalu direbus secara perlahan sehingga mengental kemudian dicetak pada sebuah mangkok lalu didinginkan. Setelah dingin maka gula merah siap dikonsumsi atau dijual kepada orang lain.

Gula ini memiliki banyak sekali jenis varian tergantung pada bahan dasar yang digunakan walaupun sama-sama dari nira namun bisa berasal dari pohon yang berbeda-beda. Kualitas gula yang dihasilkan dan rasanya yang berbeda-beda antara satu pohon dengan pohon lainnya. Gula merah yang dibuat dari pohon kelapa umumnya disebut gula jawa dan yang dibuat dari pohon aren disebut gula aren.

Masyarakat di Indonesia tentu saja sudah sangat familiar dengan gula merah karena umumnya gula ini sering dan banyak digunakan oleh masyarakat kita terutama untuk bahan pembuatan makanan. Pada pembuatan water kefir dengan menggunakan gula merah atau gula aren yang memiliki kandungan mineral yang cukup tinggi untuk air kefir dikhawatirkan dapat merusak bibit alga kristal. Disarankan menggunakan gula ini hanya dalam jumlah yang sedikit atau bisa juga dikombinasi dengan gula pasir.

Madu

Madu adalah cairan alami yang memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman dan proses pembuatannya tidak melibatkan sentuhan manusia. Pada musim panas para lebah pekerja terbang pergi mencari bunga lalu mengisap cairan manis nektar dengan lidahnya yang panjang seperti pipa. Lebah membawa cairan manis nektar kembali ke sarang kemudian lebah menyimpan nektar dalam sarang madu. Nektar ini kemudian mengental dan berubah menjadi madu. Apabila sudah cukup kental lalu lebah menutupnya dalam sarang madu dengan bahan lilin lebah.

Madu sebenarnya berfungsi sebagai makanan utama bagi koloni lebah yang tinggal di koloni tersebut. Namun karena produksi madu dari koloni lebah ini melebihi dari yang mereka butuhkan, terkadang manusia juga ikut mengambil kelebihan madu tersebut untuk berbagai kebutuhannya dan juga untuk dimakan oleh manusia. Madu memiliki kandungan mineral yang tinggi dan madu juga memiliki bakteri sendiri yang dapat bersaing dengan bibit water kefir, karena itu kami tidak merekomendasikan menggunakan madu dalam pembuatan water kefir.

Pengganti Gula

Pengganti gula disebut sebagai pemanis yang lebih sehat dibandingkan dengan gula biasa karena pengganti gula ini pada umumnya memiliki nilai kalori yang lebih rendah. Beberapa pengganti gula seperti Stevia dan Agave diklaim sebagai pilihan yang memiliki kalori yang lebih rendah, lebih manis dan sehat bagi tubuh manusia. Cara terbaik untuk para penderita diabetes agar tetap mengonsumsi makananan atau minuman dengan rasa manis yaitu dengan gunakan pemanis pengganti gula yang memiliki kandungan gula dan kalori yang sangat minimal.

Dalam pembuatan water kefir tidak cocok menggunakan pengganti gula seperti ini, kami tidak merekomendasikan karena pengganti gula tidak akan memberikan asupan makanan untuk bibit alga sehingga akan membuat bibit alga kristal ini menjadi tidak sehat.

Memelihara Alga Kristal

Memelihara Alga

Memelihara alga kristal tidaklah sulit tetapi dibutuhkan ketekunan dan rutin dalam mengganti air rendaman alga dan selalu menjaga kebersihan wadah.

Memilih Sumber Air Untuk Membuat Water Kefir

Mata Air

Memilih sumber air yang baik untuk membuat water kefir merupakan hal yang penting karena berdampak pada kesehatan bibit kefir.

Memilih Bahan Peralatan Yang Tepat Untuk Budidaya Bibit Kefir

Peralatan Budidaya Alga

Memilih bahan peralatan yang tepat untuk budidaya bibit kefir dapat membuat bibit alga tetap sehat dan aman selama budidaya berlangsung.


Pemesanan

Pemesanan pembelian kristal alga jepang bibit water kefir silahkan hubungi kami melalui telp, sms atau whatsapp :

Pemesanan

Jln. Kakap I No.9 Perumnas Minomartani, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Kodepos 55581.

Produk

Produk

Kami menjual produk kristal alga jepang bibit water kefir ini lengkap dengan gratis toples, kismis, panduan pemakaian dan perawatan.